Saat ini, muncul kebiasaan baru di kalangan ortu. Beberapa ortu masa kini menyuruh sang anak untuk mencari pacar. Mengapa demikian? Apa perlunya? Bagaimana caranya?
Wah, wah, wah…. Banyak juga, pertanyaan yang muncul dari fenomena tersebut. Ayolah kita simak jawaban dari Nur Aini SPsi, dosen psikologi Unair <Jawa Pos, 9 Juli, 2008>:
Banyaknya variasi pergaulan bisa jadi membuat orang menyepelekan hubungan dengan lawan jenis. Melihat fenomena tersebut, tak jarang orang tua mengambil tindakan preventif agar putra-putri mereka tidak terjebak dalam kasus pergaulan yang tidak sesuai norma. Salah satunya, menyuruh mereka untuk mencari pacar. Tidak hanya menyuruh, biasanya ortu juga menyelipkan kriteria terhadap calon pasangan si anak.
Tindakan itu wajar dilakukan, asal penyampaiannya tepat. Tidak dengan cara yang frontal, namun halus dan penuh pengertian. Sebab, salah-salah bukannya terbantu, si anak malah merasa dikontrol.
Bagus juga, yach… Cuman, yang perlu kita pertimbangkan pertama-tama, apakah sang anak sudah saatnya untuk punya pacar? Apakah kita sudah siap bahu-membahu supaya gaya pacarannya sehat? Dan sebagainya.
Kami sendiri mungkin takkan pernah menyuruh anak kami untuk mencari pacar. Yang lebih kami tekankan, jalinlah hubungan silaturrahim dengan siapa saja. (Kalau jaringan silaturrahim mereka luas, masak mereka tak terdorong sendiri untuk cari pacar bila sudah saatnya tiba?) Akan tetapi, kita tekankan pula untuk tidak menghilangkan kewaspadaan akan berbagai bahaya. Mendekati zina, misalnya.
Gimana menurut dirimu?
1 response so far ↓
Dijodohkan oleh Nyokap, tapi ceweknya kabur duluan « Gaul Yuk! // 12 Juli 2008 pada 7:06 |
[...] tapi ceweknya kabur duluan Pada tulisan yang lalu, aku ‘dah provokasi para ortu supaya suruh anak cari pacar! Sebagian besar remaja tentu senang bila dikomando gitu. Gak disuruh aja udah ngebet, apalagi [...]