Pangkal berbelit di pohon jarak, jarak nan tumbuh tepi serambi.
Jangan dibuat yang dilarang syarak, itulah perbuatan yang dibenci Nabi.
Pohon kerekot bunganya sama, buahnya boleh dibuat colok.
Petuah diikut segala ulama, jangan dibawa berolok-olok.
Colok dipotong dengan sekin, sekin waja buatan Jawa.
Hendaklah diturut dengan yakin, yakin di hati selamatlah nyawa.
Sekin dibawa ke Melaka, disembahkan kepada bendahara.
Tidak gerangan akan celaka, tubuh pun lepas dari sengsara.
Bendahara datuk seri paduka, memerintah kota dan negeri.
Sengsara masuk dalam neraka, hendaklah kita ingatkan diri.
Pagi dan petang berbunyi nobat, nobat beragam bernama khalil.
Pagi dan petang hendaklah tobat, tobat mengikut hadis dan dalil.
Nobat dipalu di rumah raja, raja keturunan Bukit Siguntang.
Itulah kita punya kerja, patut diturut pagi dan petang.
——-
Kutipan dari Pantun Melayu (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), hlm. 243-244.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.