6. Teman Tapi Mesra?

Adakah orang yang mampu menyelamatkan diri dari free sex ketika bergaul rapat dengan lawan-jenis?

Jawab kami tegas: Ya! Ada banyak orang yang mampu bersahabat akrab dengan lawan-jenis tanpa free sex.

Untuk contoh, mungkin bisa saja kami sebut sejumlah besar nama muda-mudi aktivis dakwah yang bebas dari free sex ketika bergaul akrab dengan lawan-jenis. Namun, karena buku ini bukan hanya ditujukan kepada aktivis, melainkan juga buat muda-mudi Islam yang awam, rasa2nya sebaiknya kita pertimbangkan contoh lain yang lebih dramatis. Umpamanya, kisah persahabatan antara Dean Romanchuk (lelaki) dan Tammy (perempuan) yang yang diceritakan dalam buku Robert Fulghum, True Love. Isinya memperlihatkan, godaan seksual dapat ditepis dalam hubungan akrab.

Nah! Sepasang manusia dari peradaban non-Islam mampu menyelamatkan diri dari free sex. Mereka bisa berhubungan akrab tanpa mengumbar nafsu syahwat. Bagaimana dengan kita muda-mudi Islam?

Mestinya lebih mampu, dong! Gimana enggak? Bekal spiritual kita, yakni agama Islam, lebih sempurna. Ajaran Nabi kita telah mengatur pergaulan pria-wanita dengan lebih lengkap ketimbang ajaran agama yang mereka anut. Masyarakat kita pun lebih ketat daripada lingkungan mereka dalam mencegah kemunkaran. Kalo kita kalah dari mereka dalam hal ini, apa kita nggak malu?

5 thoughts on “6. Teman Tapi Mesra?

  1. Allah Azza wa Jalla- berfirman: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya.” (An-Nūr: 30)
    Al-Imam Al-Qurthuby rahimahullah- berkata: “Allah Azza wa Jalla- memulai dengan perintah menundukkan pandangan sebelum perintah menjaga kemaluan karena pandangan adalah pancaran hati. Dan Allah memerintahkan wanita-wanita mukminah untuk menundukkan pandangannya dari hal-hal yang tidak halal. Oleh karena itu tidak halal bagi wanita-wanita mukminah untuk memandang laki-laki yang bukan mahramnya.” (Tafsīr Al-Qurtuby: 2/227).

    Al-Hafidz Ibnu Katsīr rahimahullah- berkata:
    “Mayoritas úlama menjadikan ayat ini sebagai dalil tentang haramnya wanita memandang laki-laki selain mahramnya apakah dengan syahwat atau tanpa syahwat.”
    (Tafīr Al-Qur’an Al ‘Adzīm: 3/35).

    Al-Imam Asy-Syaukany rahimahullah- berkata: “Ayat ini menunjukkan haramnya bagi wanita memandang kepada selain mahramnya.” (Tafsīr Fathul Qadīr: 4/32).

    Al-Hafidz Ibnu Katsīr rahimahullah- berkata:
    “Mayoritas ulama menyatakan haram bagi wanita memandang kepada selain mahramnya baik dengan syahwat atau pun tanpa syahwat dan sebagian lagi dari mereka mengatakan bahwa haram bagi wanita memandang dengan syahwat, adapun jika tanpa syahwat maka boleh.” (Lihat Tafsīr Al-Qur’an Al-‘Adzīm: 3/354).

  2. Menekan dan melarang tidak pernah membuat manusia menjadi dewasa dan memahami isu yang dibicarakan. Jika ingin membantu orang mengerti esensi pergaulan lawan jenis tanpa seks, maka gambarkanlah keindahannya dan keuntungannya, bukan larangan, bahaya dan pantangannya.

  3. Astaghfirullah, sdkit skli pngtahuan saya ttg hal2 yg dilarang dlm pergaulan islam………
    Ternyata perasaan kagum dpt menimbulkan zina hati,,,, tp sprtinya saya kesulitan dalam mnghindari hal itu, klo untuk tdk berpacaran mungkin saya mampu. Tp faktor Lingkungan sringkali mnjdi godaan terbesar……..
    ingin sekaLi mnjdi wanita muslimah yg benar2 brdsrkan syariat islam,, sedang menutup aurat seutuhnya blm saya laksanakan…
    bhkan teman laki2 saya sering menyindir saya, tapi saya sllu brpkir, hati saya siapa yang tau… yang bisa saya lakukan hanya berdoa pd Allah…….. apakah mungkin saya bisa menjadi seorang wanita berkerudung muslimah……

  4. setuju dengan Lex…

    ini memang yang kurang disemarakkan…
    So, ayo semangat untuk “gambarkan keindahannya dan keuntungannya, bukan larangan, bahaya dan pantangannya”.

    ya yang jelas memang kudu berimbang…

    • ya semuanya bergantung niat, mudah – mudahan niat kitalah yang menyelamatkan kita dari godaan syetan, perzinaan, dan api neraka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s