Tindakan-Tindakan Indah

Keluarga saya, ibu, almarhum bapak, mbak dan abang saya tidak pernah menyatakan perasaan sayang dan cinta secara verbal.

Ibu akan sangat risih ketika saya memeluknya, dan mencium kedua pipinya. Ibu juga jarang bilang ”sayang” kepada almarhum bapak atau kepada kami, anak-anaknya. Sementara betapa seringnya saya bertanya, ”Ibu sayang nopi, ga?” atau ”nop anak kesayangan ibu, ya” Biasanya ibu dengan datar akan berkata ”Sayang semuanya”.

Sementara, Mbak dan abang saya sama. Mereka tidak pernah bilang sayang, jarang sekali mengungkapkannya dengan kata-kata.

Tapi, saya tahu mereka sangat menyayangi saya dengan teramat besar.


Hari ulang tahun bukanlah hal istimewa di keluarga kami. Tak ada kejutan, tak ada ucapan, tak ada hadiah. Tapi, di kala saya meminta sewaktu kecil, ibu dengan ringan membuatkan sebuah pesta kecil-kecilan, atau membuatkan nasi kuning yang enaknya begitu menggugah. Teman-teman saya sampai harus menambah porsi makan mereka.

Setiap hari selalu saja ada minuman tersedia di atas meja kerja saya, kadang sebuah jeruk, semangkok potongan apel atau mangga, setoples kue yang dia letakkan begitu saja… kadang dia berkata, agar saya memakannya, kadang diam, kadang hanya sekadar meanruh. Saya bukannya malas untuk mengupas mangga atau membuat teh. Tapi inilah yang saya rasa. Dia berikan ini dengan cintanya, tak lebih…

Bagaimana ibu tahu benar segala cerita saya. melihat saya menangis atas kegagalan-kegagalan itu, membuat ibu ikut marah atas kemarahan saya. Tak ada seorang di dunia yang bisa menggantikan ibu. Dia benar-benar bidadari di mata saya.


Mbak saya bukannya tak pernah memberi kado, tapi dia selalu memberi apa yang saya benar-benar butuhkan. Ketika saya hanya memiliki nomor ponsel, dia memberikan HP ke pada saya, ketika saya butuh untuk menyicil, dia bersedia menalangi terlebih dahulu, ketika saya sangat ingin makan enak, dia mencarikannya, dan dia tahu benar apa makanan kesukaan saya. Beberapa hari yang lalu saat saya ultah, sebuah kursi kerja diturunkan dari mobilnya. Hmm, kado yang tak pernah saya duga, tapi benar-benar saya butuhkan

Abang saya lain lagi. Bisa dibilang dia sama sekali tidak pernah memberi saya bingkisan. Tapi, dia dengan sangat relanya berkali-kali mengantar ke mana pun saya mau. Saya ingin ke sana lho, tolong antar saya ke kantor, ayo jalan-jalan yuk, antarkan saya beli sepatu, dan banyak lagi… Dia dengan tulus, tanpa embel-embel mengantar ke tempat saya mau. Beberapa kali kami jalan-jalan membeli juice, main fun game bersama Fikri, ke mall mencari sepatu dan rela menunggui saya yang sibuk memilih-milih.

Segalanya yang tak terucap oleh bibir bukan berarti tak mampu diungkapkan dengan tindakan-tindakan yang indah.

2 thoughts on “Tindakan-Tindakan Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s