Penuh dengan Kejutan


 

Manusia boleh berencana, hanya Allah yang menentukan

 

 

            “Anak ibu kembar” ujar dokter saat itu kepada mbak saya dan suaminya. Hilang sudah berbagai pertanyaan yang sudah siap dikemukakan begitu mendengar pernyataan dokter tersebut. Kembar? Iya, kembar 2 telur, tidak identik, tapi 2 telur.  Masak, sih? Emang ada keturunan kembar? Begitulah pertanyaan yang diajukan ke mbak saya dan keluarga. Eh, ya dari kakak ipar kan ada, tapi kan jauh banget. Ibu saya pun menelusuri silsilah kembarnya, dan ternyata ada beberapa… Wah berarti, nanti saya juga bisa donk punya anak kembar (hehehe, ngarep;)). Wajarlah…

 

 


            Benar-benar mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi kami, walau awal kehamilan diwali dengan mbak saya yang kena penyakit gatal-gatal (giduan), padahal sebelumnya ga pernah. Bule saya yang bidan, menyarankan beberapa obat untuk penyakit gatal-gatalnya itu, tapi tidak mengonsumsi obat tertentu apabila sedang hamil. Benar saja, setelah dicek, dia hamil dan itulah pertanda awal kehamilan mbak saya.

 

            Perut mbak saya makin besar, hingga bisa di-usg. Dua bayi di dalam perutnya memiliki berat yang berbeda dan posisi yang malang melintang. Dipastikan saat itu, dia akan dioperasi sesar. Saat itu, diprediksi bayinya kembar perempuan, tapi si Fikri (anak pertama) kekeuh ingin adik kembar cowok cewek.

           

            Bulan berganti bulan, mulailah ditentukan kapan operasi sesar itu. Mbak saya dan kakak ipar sangat suka angka. Mbak saya lahir tanggal 17 ditambah 4 = 21, tanggal lahir Fikri, 21 + 4 = 25, tanggal lahir kakak ipar saya. Rencananya, mbak saya akan dioperasi tanggal 4. Angka penambahan dari hari lahir keluarga tersebut. Ga ada maksud apa-apa dalam tanggal-tanggal itu. Tapi, siapa yang menyangka, lagi-lagi kejutan hadir, kita Cuma bisaberencana. Pada tanggal 3, bule saya sudah mengingatkan untuk boking. Tapi, saat itu mbak saya masih santai aja sampai ketika di rumah sakit, diperiksa sudah mulai pembukaan, padahal kalau mau sesar, seharusnya dioperasi sebelum pembukaan. tempat pasca operasi, kakek dari kakak ipar juga menelpon menyakan kabar kapan dioperasi, sampai-sampai kakaknya kakak ipar dari Australia pun menelepon.

 

Saya kaget ketika mendengar kakak akan melahirkan hari itu. Padahal, saya sudah rencana ambil cuti besok, begitu juga kakak ipar dan bule saya. ditambah lagi keterkejutan saya ketika dikabari ibu, kalau mbak saya melahirkan kembar laki-laki dan perempuan. “HAA, kok bisa?” Bukan hanya saya yang kaget, dokter yang mengurus persalinan mbak saya pun kaget ketika mengangkat bayi laki-laki itu.


Alhamdulillah, sekarang usia mereka sudah 1 tahun lebih 4 bulan, 16 hari. Begitu banyak kejutan lanjutan di tiap detik perkembangan mereka. Dari mereka, saya banyak belajar tentang keceriaan, semangat, cinta, keggihan, dan banyak lagi…

Terima kasih, dede-dede yang lucu… bule sangat menyangimu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s