Guru kecil yang sangat jujur

Fahmi keponakan saya menghampiri, menangis dan mengadu kalau baru saja kepalanya kejedot toples kerupuk. Dia merengek minta diperhatikan. Tak lama, dia sudah diam dan mau ketika saya suapi ayam goreng. Tak lama, dia sibuk bermain dan tak lupa memanggil saya ketika dia berhasil melakukan sesuatu. ”Be… Be…” panggilan yang terdengar merdu buat saya.

Sebelumnya, Fahimah berkali-kali menjitak saya dan mengajak saya bercanda. Panggilan Fahimah kepada saya pun tak jauh beda, ”mbe… mbe”. Karena kedua keponakan kecil saya belum bisa memanggil ”bule” maka yang keluar, ya ”be”, ”mbe”.

Beberapa hari ini, saya sering berjalan-jalan dengan si kembar dan bermain plus membacakan cerita untuk Fikri. Sebuah kenikmatan yang tak terbayar. Kelelahan yang seru, dan suasana yang tak terlupakan.

Semenjak, salah satu khadimat pulang ke kampung karena sakit. Keadaan di rumah makin seru dan repot. Mau ga mau, saya ikut bantu. Kira-kira ada kenaikan sekian persen dibanding beberapa bulan sebelumnya. Lucunya, pas benar keadaannya karena di saat si mbak itu pulang kampung, pekerjaan saya sedang sepi.

Saya sih sempat bingung, karena tiba-tiba hari berjalan begitu cepat dan rasanya hambar. Kayaknya ga biasa aja. Hampir setiap hari sibuk dan deadline mewarnai hari-hari saya. Ini kok saya malah disibukkan dengan para bayi dan Fikri. Memang ada rasa senang dan damai, tapi tetap ada perasaan bingung. Saya pernah berpikir, lebih baik ditekan deadline daripada menganggur. Rasanya kalau nganggur itu berat banget. lebih capek daripada kerja.

Rupanya ada hikmah tersendiri dari keadaan ini. Saya jadi lebih akrab lagi dengan 2 jagoan dan 1 putri di rumah. Bukan berarti sebelum-sebelumnya tidak akrab, tapi keakraban makin kian bertambah dengan keadaan yang ada.

Sebelumnya, beberapa bulan terakhir di saat pekerjaan overload, walau saya ada di rumah, saya jarang bermain dengan mereka. Saya hanya sesekali dititipkan untuk menjaga salah satu dari mereka. Jalan-jalan pun hanya sekadarnya saja. Menjaga juga hanya seperlunya. Saya lebih sering berhadapan dengan komputer dan beberapa acara   komunitas.

Tapi beberapa hari terakhir ini saya banyak bercengkerama dengan mereka. Hari ini khadimat yang sakit telah kembali ke rumah. Ada sedikit perasaan yang terempas. Ada sedikit rasa yang sepertinya akan hilang perlahan. Aaaah, ada-ada saja memang.

Hmm, sepertinya saya harus lebih menata waktu saya dengan baik antara pekerjaan dan keluarga agar panggilan hangat dari mereka tak hilang. Semoga saya bisa karena betapa banyak yang saya dapatkan dari mereka. Guru kecil yang sangat jujur🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s