Muxlim: Situs seperti Facebook, tapi islami

Dah kenal Facebook? Pasti udah. Dah kenal Muxlim? Mungkin belum. Sementara kini masyarakat Indonesia tengah dilanda demam Facebook dan Twitter, umat Muslim di luar negeri justru menggemari Muxlim. Situs gaya hidup komunitas Muslim ini tak kalah hebat dibandingkan Twitter, Facebook, Friendster, dan MySpace.

Di situs ini, fasilitasnya mirip dengan yang ada di facebook atau friendster. Kita bisa add temen, isi testimoni (atau guestbook), isi blog, dan fitur-fitur lain yang keren-keren. Malah di situs ini ada game-nya pula.

Alhamdulillah, ternyata Muxlim ini menyediakan sesuatu yang tidak terdapat pada situs lain. Banyak muslim yang sudah bergabung dan fasilitasnya sangat bermanfaat. Al-Qur’an online, nasyid, video pendidikan Islam untuk anak, dan pastinya banyak hal yang lain yang belum sempat kugali nih…

Iklan

Konsultasi: Teman Tapi Mau Mesra

ust klo bleh sy mu mnta saran .. sy alumni pesantren. sy pny teman ikhwan yg keilmuannya lbih dibanding sy. tp skrg stlh dy kluar dy bubah msk gank mtor,mbuk”an, pcrn jg. ktny se dy frustasi dg kluarga. trus dy mnta bntuan pd sy bwt mrubah driny sperti smula.
dy sering tlpn smpe bjam” dan org rmhpun komen tentng it. sy jg tkut klo tlalu sring tlp tkt jtuh ny zina hati.. akhrny sy sarankn dy bwt tmnan dgn yg sm2 ikhwan, tp ust dy mnolak..dan mutusin bwt gk ngobrol lg sm sy. trus trang sy sdih dy bsikap sperti it.. mnurut ust bgm cara yg tpat untk mmbantu dy.. apkh sring btlpn it bleh? apkh it tdk mndekati zina..
atau serahkn ajh sm Allah yg mmbolakblikan hati.. trims jazaakallah

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Kiat Imam Ghazali agar Tidak Sombong

Dari beraneka-ragam komentar terhadap artikel “PKS Sombong Lecehkan Artis Sinetron & Kalangan dari Dunia Hiburan Lainnya“, sekurang-kurangnya ada 2 pandangan mengenai kesombongan yang perlu kita kritisi: (1) penyangkalan bahwa sikap Presiden PKS itu tergolong sombong, (2) peremehan keburukan sikap sombong di dunia politik. Di sini hendak aku tunjukkan: (1) sikap Presiden PKS tersebut sudah tergolong sombong, (2) keburukan sikap sombong tak dapat kita remehkan. Sesudah itu, silakan simak kiat dari Imam Ghazali untuk tidak sombong. Baca lebih lanjut

Belum ingin nikah, perlukah taaruf?

Bapak M Musodiq Mustika YAng saya Hormati sebelumnya saya minta maaf karena saya pembaca yang baru !

setelah sering saya membaca artikle yang bapak tulis saya jadi tertarik untuk konsultasi masalah saya

saya sekarang baru menginjak usia 21 dan hendak menginjak 22 saya dudah di perkenalkan dengan seorang wanita pilihan orang tua saya yang tak lain adalah rekan ayah semasa SMA beliau hendak mengenalkan Putrinya kepada saya dan saya kaget dengan adanya tawaran seperti itu karena entah kenapa saya masih merasa kalo saya itu masih jauh untuk menginjak hal-hal yang lebih serius.

kalo boleh jujur Pacaran saja saya ga pernah yah paling juga baru 1 kali dan itu juga ga berlangsung lama karena sangat singkat dan itu juga waktu SMA, menurut Bapak usia Normal untuk menikah pada seorang laki-laki itu di usia ke berapa Pa. dan saya masih dalam tahapan mengenal dia dan menurut syariat Agama sih dia Bagus gadis yang solehah tapi saya masih merasa jauh dengan ke adaan saya, saya yang masih suka main, nongkrong2 sama temen, terus gaul di Internet apa pantas dengan gadis yang taat kepada Agama, dan memang dalam hati kecil saya ingin sekali mendapat gadis yang solehah tapi saya masih suka merasa Minder dengan keadaan saya yang frofesinya sebagai Operator Di sebuah Warnet swasta.

dan saya mohon bantuan bapak saya harus gimana? apa saya haru Ta’aruf dulu dan pengalaman di Ilmu Agama saya Agak Kurang Gimana menurut pandangan Bapak,
dan 1 lagi nih pa gimana caranya mendapatkan Buku-buku Bapak apa ada di Toko-toko buku sedangkan daerah saya jauh dari toko-toko buku besar dan saya tinggal di daerah Kuningan Jawa Barat..

sekian surhatan saya dan mohon kiranya bapak memberikan bimbingan nya kepada saya selaku manusia yang haus akan ilmu Agama dan mohon di maafkan jika ada kata-kata yang tak berkenan di hati Bapak Terimakasih setitik ilmu dan Doa sangat saya Harapkan……

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

TTC: Teman Tapi Cinta

Saya adalah boy (nama samaran) seorang mahasiswa salah satu PT di indonesia. Dan saya ingin sekali menjalankan sunnah mengenai pernikahan. saya selalu berusaha untuk tidak berpacaran, sekalipun kadang2 bertolak belakang dengan pikiran saya yang selalu dilingkupi rasa ingin memiliki pacar. Ya, mungkin ini dipengaruhi lingkungan yang seperti itu. Kini, kadang-kadang saya merasa jadi orang yang aneh, karena saya tidak bisa tegas memposisikan diri saya (pacaran/ tidak).

Belakangan ini saya kenal seorang ce yang bisa dibilang deket. Bisa dibilang kami sering jalan bareng, tapi saya berusaha untuk tidak berduaan di tempat yang sepi. Sebenarnya sech yang saya rasakan sekarang, saya tidak merasa sebagai siapa2nya dia. Saya hanya merasa dia adalah teman karib saya (hanya allah yang tau). Tetapi masalahnya adalah karena kedekatan kami berdua, akhirnya timbul gosip antara kami berdua.

Pertanyaannya adalah [1] apakah menurut syariat saya salah?? [2] Trus, saya pengen tau bagaimana ta’ruf tu (step2nya)?? [3] Kapan sebenarnya ta’aruf itu dimulai?? Mohon penjelasannya. Terima kasih..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut