Dian Sastrowardoyo juga manusia

klik di sini untuk kunjungi blog Dian Sastrowardoyo

Kadang-kadang suka ada yang terheran heran dan kasih comment negatif tentang fotoku yang berpose dengan sebatang rokok. Aku juga jadi heran…, kalo aku bisa berpose sok manis dan sok imut, kenapa aku nggak bisa berpose sok sangar dan sok jantan? Aku rasa susah juga ya…, itu baru pose foto, aku kan juga seorang aktor. Aktor yang baik juga harus bisa mengeksplorasi berbagai karakter bahkan sampai yang ada di luar dirinya. Saya juga nggak mau dijadikan aktor yang punya stereotype peran-peran baik-baik ituuu itu saja.

Hmm… lepas dari setuju-tidaknya kita terhadap sikap Dian Satrowardoyo itu, kata-katanya menarik, ya!

Eh, ada yang lebih menarik lagi. Ini nih… Baca lebih lanjut

Iklan

4. Gaul Akrab Sesuai Sunnah Nabi

Usai nyimak bab terdahulu, kita jadi tahu, ada kalanya Nabi dan para shahabat ketemu ama lawan-jenis dalam waktu lama dan secara berulang. Kayak pacaran aja, yach.

Ah… Entah mirip pacaran entah enggak, kita disaranin Abu Syuqqah untuk tidak sembarangan bertemu lawan-jenis secara berulang atau dalam waktu lama. Kalo nggak jelas juntrungnya, nggak usah deh. Tapi, kalo jelas juntrungnya… ya oke dong.

Baca lebih lanjut

7. Gaul Kunci Kesuksesan

Metode yang paling tepat untuk meraih kesuksesan adalah dikenal dan mengenal banyak orang. Karena itu, sebagaimana yang termaktub di buku Eileen Rachman & Petrina Omar, Gaul Meraih Lebih Banyak Kesempatan, salah satu kunci sukses kita adalah “mau membuka diri untuk memasuki setiap kesempatan dan melakukan kontak dengan orang lain”.

Begitu kita mau membuka diri, bergaul dengan banyak orang, dunia luas pun terbentang di depan mata. Hasilnya, bersiaplah merengkuh lebih banyak kesempatan besar!

Baca lebih lanjut

8. Indahnya Gaul Yang Tertata

Di pertengahan bab pertama, kita penasaran ngadepin dua macam dilema muda-mudi Islam yang bahayanya tidak kalah dari yang ‘kebut2an’: [1] Nganggur salah, cari kerja pun salah. [2] Nunda nikah salah, nikah dini pun salah. Padahal, mereka yang menghadapi dilema tersebut sudah berhati-hati dan tidak melanggar aturan. Tapi, kenapa mereka yang kurang gaul ini mengalami konflik batin dan jauh dari kesuksesan? What’s wrong with them?

Baca lebih lanjut