Bersahabat dengan Musuh

Hello, friend! Pa kabar? Masih suka baca-baca? Aku sendiri baru males nulis walo nggak males baca. Makanya, daripada menulis asal-asalan dan nggak bermutu, kali ini aku kutipkan saja beberapa paragraf mengesankan dari buku Tony Buzan, The Power of Social Intelligences, hlm. 108-110:

Cerita Binatang yang Menakjubkan

Kru film Canadian Natural History membuat film tentang dunia satwa yang belum pernah dilakukan oleh orang lain sebelumnya–setahun bersama-sama sekawanan serigala, mengikuti mereka dengan helikopter untuk membuat film dari udara tentang kawanan serigala yang bermigrasi bersama dengan sumber utama makanan mereka, kawanan rusa….

Sebelumnya orang menganggap bahwa pada waktu bermigrasi, kelompok rusa bererak tersendiri dan terpisah, sementara kawanan serigala mengikutinya dari belakang. Selain itu, terdapat anggapan sebelumnya bahwa kawanan serigala sering menyergap rombongan rusa dengan cara pengecut, yaitu ketika mangsanya sedang lemas dan letih.

Namun kenyataannya sungguh menakjubkan: Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Menyulap Antrean Yang Menyebalkan Menjadi Mengasyikkan

Pernah duduk atau berdiri di antrean yang lama atau panjang, sepanjang kereta api tut..tut..tut? Tentu pernah. Mungkin di ruang tunggu praktek dokter, di depan loket tiket kereta api saat mau mudik, atau pun di tempat lain.

 _38181404_queue4.jpg

Gimana rasanya? Antrean biasanya menyebalkan. Lima menit aja udah bikin bosan, apalagi berjam-jam. Namun, kita bisa menyulapnya menjadi mengasyikkan.

Caranya sederhana: Baca lebih lanjut

Orang Yang Paling Populer (dan Paling Bahagia)

Saat Tony Buzan masih remaja, ia mengandalkan IQ-nya dalam bergaul dengan orang lain. Dengan senjata andalannya ini, ia suka menganalisis kekurangan orang lain. Ia libatkan diri dalam aneka perdebatan. Tony selalu berupaya mencari kelemahan pendapat orang-orang, mematahkan argumentasi mereka, dan memperlihatkan bahwa yang benar adalah pendapat dirinya. Disangkanya, untuk menjadi populer, orang harus tampak “pintar” (ber-IQ tinggi) dan memenangi berbagai “pertempuran” (debat).

Namun, hasilnya mengejutkan. Baca lebih lanjut

3. Gaul Seluas-luasnya Seperti Nabi

Luaskah pergaulan Nabi saw. dan para shahabat dengan lawan-jenis yang bukan muhrim? Sebatas dengan suami atau istri sajakah? Sebatas untuk kepentingan pernikahan dan keperluan darurat lainnya sajakah? (Ataukah meliputi semua bidang kehidupan manusia?) Manakah bukti yang menunjukkan sempitnya (atau luasnya) pergaulan tersebut?

Leluasanya Perbauran Pria-Wanita di Zaman Nabi

Ternyata, Baca lebih lanjut

4. Gaul Akrab Sesuai Sunnah Nabi

Usai nyimak bab terdahulu, kita jadi tahu, ada kalanya Nabi dan para shahabat ketemu ama lawan-jenis dalam waktu lama dan secara berulang. Kayak pacaran aja, yach.

Ah… Entah mirip pacaran entah enggak, kita disaranin Abu Syuqqah untuk tidak sembarangan bertemu lawan-jenis secara berulang atau dalam waktu lama. Kalo nggak jelas juntrungnya, nggak usah deh. Tapi, kalo jelas juntrungnya… ya oke dong.

Baca lebih lanjut