Anak kita mirip siapa?

Dulu, aku merasa bangga bila orang bilang anak-anakku mirip aku. Dengan berlalunya waktu, aku tak peduli lagi apakah anak-anakku mirip aku ataukah tidak. Kini, aku berpikir:

Bagaimana sebaiknya? Apakah sebaiknya anak-anakku mirip aku, mirip ibu mereka, mirip kakek/nenek mereka, mirip paman/bibi mereka, mirip saudara sepupu mereka…? Ataukah sebaiknya tidak mirip siapa-siapa? Ataukah ini bukan persolan penting, sehingga sebaiknya kuabaikan saja?

Baca lebih lanjut

Iklan

5. Jurus-jurus Penangkal Zina

Berdasarkan dalil2 kuat yang relevan, akhirnya Abu Syuqqah menyimpulkan, “adanya pertemuan antara laki-laki dan wanita mungkin menyebabkan timbulnya sikap saling memandang antara mereka. [Namun] kejadian seperti itu tidak menjadi masalah, sepanjang pandang-memandang di antara mereka tidak didasarkan pada syahwat serta keduanya sama-sama berniat dan melaksanakan menahan pandangan.” (KW2: 112)

Fokuskan pada Penampilan Non-Seksual

Baca lebih lanjut

7. Gaul Kunci Kesuksesan

Metode yang paling tepat untuk meraih kesuksesan adalah dikenal dan mengenal banyak orang. Karena itu, sebagaimana yang termaktub di buku Eileen Rachman & Petrina Omar, Gaul Meraih Lebih Banyak Kesempatan, salah satu kunci sukses kita adalah “mau membuka diri untuk memasuki setiap kesempatan dan melakukan kontak dengan orang lain”.

Begitu kita mau membuka diri, bergaul dengan banyak orang, dunia luas pun terbentang di depan mata. Hasilnya, bersiaplah merengkuh lebih banyak kesempatan besar!

Baca lebih lanjut

8. Indahnya Gaul Yang Tertata

Di pertengahan bab pertama, kita penasaran ngadepin dua macam dilema muda-mudi Islam yang bahayanya tidak kalah dari yang ‘kebut2an’: [1] Nganggur salah, cari kerja pun salah. [2] Nunda nikah salah, nikah dini pun salah. Padahal, mereka yang menghadapi dilema tersebut sudah berhati-hati dan tidak melanggar aturan. Tapi, kenapa mereka yang kurang gaul ini mengalami konflik batin dan jauh dari kesuksesan? What’s wrong with them?

Baca lebih lanjut