4. Gaul Akrab Sesuai Sunnah Nabi

Usai nyimak bab terdahulu, kita jadi tahu, ada kalanya Nabi dan para shahabat ketemu ama lawan-jenis dalam waktu lama dan secara berulang. Kayak pacaran aja, yach.

Ah… Entah mirip pacaran entah enggak, kita disaranin Abu Syuqqah untuk tidak sembarangan bertemu lawan-jenis secara berulang atau dalam waktu lama. Kalo nggak jelas juntrungnya, nggak usah deh. Tapi, kalo jelas juntrungnya… ya oke dong.

Baca lebih lanjut

Iklan

5. Jurus-jurus Penangkal Zina

Berdasarkan dalil2 kuat yang relevan, akhirnya Abu Syuqqah menyimpulkan, “adanya pertemuan antara laki-laki dan wanita mungkin menyebabkan timbulnya sikap saling memandang antara mereka. [Namun] kejadian seperti itu tidak menjadi masalah, sepanjang pandang-memandang di antara mereka tidak didasarkan pada syahwat serta keduanya sama-sama berniat dan melaksanakan menahan pandangan.” (KW2: 112)

Fokuskan pada Penampilan Non-Seksual

Baca lebih lanjut

8. Indahnya Gaul Yang Tertata

Di pertengahan bab pertama, kita penasaran ngadepin dua macam dilema muda-mudi Islam yang bahayanya tidak kalah dari yang ‘kebut2an’: [1] Nganggur salah, cari kerja pun salah. [2] Nunda nikah salah, nikah dini pun salah. Padahal, mereka yang menghadapi dilema tersebut sudah berhati-hati dan tidak melanggar aturan. Tapi, kenapa mereka yang kurang gaul ini mengalami konflik batin dan jauh dari kesuksesan? What’s wrong with them?

Baca lebih lanjut