Ayo gaul

Pergaulan dengan lawan-jenis tidaklah sepi dari masalah. Malah sebaliknya, begitu serius problem yang belum teratasi, sehingga banyak muda-mudi menggelepar setengah-mati dalam kegelapan. Baik yang kurang gaul maupun yang terlalu gaul.

Pada muda-mudi yang terlalu gaul, kita saksikan teramat cerdiknya mereka amalkan seruan “Kita berteman saja, teman tapi mesra…” Begitu cerdiknya mereka salurkan gairah bermesraan, serempet sana serempet sini. Orangtua, guru, dan para da’i pun geleng-geleng kepala seraya mengelus dada, merasakan jantung yang berdegup kencang. Dug dug dug…

Pada muda-mudi yang kurang gaul, kita saksikan teramat lugunya mereka amalkan seruan “Jangan dekati zina! Sungguh, zina itu menjijikkan…” Jijiknya mereka terhadap kedekatan dengan lawan-jenis membuat mereka kehilangan aneka peluang emas. Karir yang paling mapan, jodoh yang paling oke, atau pun kesuksesan lainnya, menjauh dari mereka. Aduuuh, sayang sekali…

Meskipun demikian, kita tak usah berlama-lama menggelepar setengah-mati dalam kegelapan. Sudah sejak lama, syari’at Islam menyediakan cahaya penerang yang mampu mengatasi dua macam problem tersebut. Hanya saja, selama ini banyak di antara kita yang kurang menyadarinya.

Karena itu, blog ini hadir menyajikan gambaran bagaimana Nabi saw. dan para shahabat meraup aneka kesuksesan hidup melalui pergaulan dengan lawan-jenis sebaik-baiknya tanpa terperosok ke jurang perzinaan atau pun perbuatan tercela lainnya.

Blog ini pada mulanya mengandung rangkuman atau kutipan selektif dari buku M Shodiq Mustika & Aisha Chuang, Gaul Gaya Rasul (Jakarta: Qultum Media, 2005). (Buku ini telah cetak-ulang.)

Selanjutnya, blog ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari buku tersebut, sehingga diharapkan isinya lebih dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Akhirnya, selamat membaca isi blog ini.

Wassalam,

M Shodiq Mustika

7 thoughts on “Ayo gaul

  1. memang sulit hidup di zaman sekarang ini, media massa begitu banyak mempengaruhi pergaulan anak muda saat ini, sampai2 terjadi pergaulan bebas…
    klo gak ngikutin perkembangan dibilang gak gaul lah… klo gaul, banyak salahnya *secara islami*… sulit..

    oleh karena itu sebagai muslim kita harus meningkatkan iman islam kita dan orang lain, dan jangan lupa untuk memperkuat ukhuwah islamiyah..
    dengan demikian semoga lebih memasyarakatkan nilai islami dan mengurangi pengaruh media yang tidak islami..
    semoga..

  2. yup, silakan orang lain men”cap” tidak gaul kepada kita asalkan dihadapan Allah tidak seperti itu…

  3. ini maksd dari gaul gimana…. setelah aku baca teryata buku ini membingungkan ga ada sandaran yang jelas keliatanya ini media agen ya….mengkaburkan suatu maslah dalam hukum islam. hai siapa kamu sebenarnya jangan kau mensamarkan islam. islam tetap akan benar sampai kapanpun….walaupun daya uapaya kamu untuk menyamarkan akan kebenaran islam. islam tetap akan benar dan jaya

  4. @ chali
    Mengapa Anda bersangka buruk tanpa bukti sama sekali?
    Kalau memang sudah baca buku tersebut, silakan sebutkan kalimat manakah dalam buku tersebut yang menjerumuskan? Di halaman berapakah letaknya? Marilah kita periksa bersama. Kalau memang keliru, kami bersedia mengoreksi. Tapi kalau sudah benar, hendaklah Anda menerima kebenaran itu walau Anda merasakan pahitnya.

  5. wah kalau baca blog ginian rasanya adem banget…di japan kok rasanya puanass meski musim dingin sekalipun hehe,..mbak mbak gaul salam kenal ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s